Pesisir Pantai di Kabupaten Indramayu kembali menjadi sorotan setelah diterjang banjir rob dengan ketinggian mencapai 30 centimeter pada Rabu (tanggal). Fenomena ini menyebabkan gangguan pada aktivitas warga, terutama di kawasan pesisir Pantura Indramayu yang menjadi langganan banjir rob setiap musim pasang.
Banjir Rob Kembali Mengancam Wilayah Pesisir
Banjir rob yang melanda pesisir Indramayu kali ini terjadi akibat kombinasi fenomena pasang laut tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda kawasan Pantura. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pasang laut tinggi ini dipengaruhi oleh siklus bulan purnama yang memengaruhi gravitasi laut.
Menurut Suhendra, seorang warga Desa Karangsong, air mulai naik sejak pagi hari dan perlahan menggenangi permukiman. “Setiap kali rob datang, aktivitas kami terganggu. Rumah dan jalan utama terendam air, membuat kami kesulitan untuk beraktivitas,” ungkapnya.
Dampak Banjir Rob terhadap Aktivitas Warga
Banjir rob ini tidak hanya menggenangi jalanan dan rumah warga, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi lokal. Para nelayan di wilayah pesisir terpaksa menghentikan aktivitas melaut karena kondisi pelabuhan yang tergenang. Selain itu, pasar tradisional yang berada di dekat pesisir pun terpaksa tutup lebih awal akibat genangan air yang sulit diatasi.
Dampak pada Infrastruktur:
Jalanan utama menuju pelabuhan dan pasar tergenang, menghambat transportasi.
Fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah mengalami kerusakan ringan akibat genangan.
Dampak pada Ekonomi Lokal:
Pendapatan nelayan menurun drastis karena tidak bisa melaut.
Pedagang kecil di pasar kehilangan penghasilan harian.
“Kami sangat berharap ada bantuan dan solusi jangka panjang dari pemerintah untuk menangani banjir rob ini,” ujar Siti Aminah, seorang pedagang di pasar tradisional.
Upaya Pemerintah dan Warga Mengatasi Banjir Rob
Pemerintah daerah Indramayu bersama instansi terkait telah berupaya mengatasi dampak banjir rob dengan menyiapkan beberapa langkah darurat, seperti:
Distribusi Bantuan: Memberikan bantuan berupa logistik dan kebutuhan pokok kepada warga terdampak.
Peninggian Tanggul: Pengerjaan tanggul sementara di beberapa titik rawan untuk mengurangi dampak genangan.
Edukasi Warga: Mengadakan sosialisasi kepada masyarakat pesisir tentang langkah-langkah mitigasi banjir rob.
Namun, langkah-langkah ini dianggap belum cukup oleh sebagian warga. Mereka mendesak adanya solusi jangka panjang, seperti pembangunan tanggul permanen atau pengelolaan drainase yang lebih baik. “Kami butuh langkah konkret, bukan hanya penanganan darurat saat banjir terjadi,” kata Rahmat, tokoh masyarakat setempat.
Fenomena Rob dan Perubahan Iklim
Fenomena banjir rob di Pantura Indramayu juga dikaitkan dengan perubahan iklim yang semakin memperparah kenaikan permukaan air laut. Para ahli menyebutkan bahwa frekuensi dan intensitas banjir rob di kawasan pesisir akan terus meningkat jika tidak ada langkah mitigasi yang serius.
Dr. Rina Kusuma, ahli lingkungan dari Universitas Gadjah Mada, menjelaskan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan es di kutub mencair lebih cepat, sehingga volume air laut meningkat. “Kawasan Pantura, termasuk Indramayu, adalah salah satu wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim ini. Perlu ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia internasional untuk menangani masalah ini,” jelasnya.
Apa yang Bisa Dilakukan Warga?
Untuk membantu mengurangi dampak banjir rob, warga pesisir Indramayu disarankan untuk:
Meninggikan Bangunan: Meningkatkan ketinggian lantai rumah agar tidak mudah terendam.
Menanam Mangrove: Menggalakkan penanaman mangrove untuk mengurangi abrasi dan memperkuat garis pantai.
Meningkatkan Kesadaran Lingkungan: Mengurangi aktivitas yang merusak ekosistem pesisir, seperti penebangan liar dan pembuangan sampah sembarangan.
Perlunya Kolaborasi untuk Mengatasi Banjir Rob
Banjir rob yang melanda pesisir Indramayu merupakan pengingat bahwa fenomena ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga bagian dari tantangan global akibat perubahan iklim. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif.
Bagi para pembaca, mari bersama-sama mendukung upaya pelestarian lingkungan pesisir dan mendorong solusi berkelanjutan. Bagikan artikel ini di media sosial Anda untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penanganan banjir rob di kawasan Pantura Indramayu. Jangan lupa tinggalkan komentar di bawah tentang pengalaman atau pandangan Anda terkait fenomena ini!