Tampilkan postingan dengan label Pantura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantura. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2024

Pesisir Indramayu Diterjang Rob, Genangan Air Capai 30 Centimeter

 

Pesisir Indramayu Diterjang Rob, Genangan Air Capai 30 Centimeter

Pesisir Pantai di Kabupaten Indramayu kembali menjadi sorotan setelah diterjang banjir rob dengan ketinggian mencapai 30 centimeter pada Rabu (tanggal). Fenomena ini menyebabkan gangguan pada aktivitas warga, terutama di kawasan pesisir Pantura Indramayu yang menjadi langganan banjir rob setiap musim pasang.

Banjir Rob Kembali Mengancam Wilayah Pesisir

Banjir rob yang melanda pesisir Indramayu kali ini terjadi akibat kombinasi fenomena pasang laut tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda kawasan Pantura. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pasang laut tinggi ini dipengaruhi oleh siklus bulan purnama yang memengaruhi gravitasi laut.

Menurut Suhendra, seorang warga Desa Karangsong, air mulai naik sejak pagi hari dan perlahan menggenangi permukiman. “Setiap kali rob datang, aktivitas kami terganggu. Rumah dan jalan utama terendam air, membuat kami kesulitan untuk beraktivitas,” ungkapnya.

Dampak Banjir Rob terhadap Aktivitas Warga

Banjir rob ini tidak hanya menggenangi jalanan dan rumah warga, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi lokal. Para nelayan di wilayah pesisir terpaksa menghentikan aktivitas melaut karena kondisi pelabuhan yang tergenang. Selain itu, pasar tradisional yang berada di dekat pesisir pun terpaksa tutup lebih awal akibat genangan air yang sulit diatasi.

Dampak pada Infrastruktur:

  • Jalanan utama menuju pelabuhan dan pasar tergenang, menghambat transportasi.

  • Fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah mengalami kerusakan ringan akibat genangan.

Dampak pada Ekonomi Lokal:

  • Pendapatan nelayan menurun drastis karena tidak bisa melaut.

  • Pedagang kecil di pasar kehilangan penghasilan harian.

“Kami sangat berharap ada bantuan dan solusi jangka panjang dari pemerintah untuk menangani banjir rob ini,” ujar Siti Aminah, seorang pedagang di pasar tradisional.

Upaya Pemerintah dan Warga Mengatasi Banjir Rob

Pemerintah daerah Indramayu bersama instansi terkait telah berupaya mengatasi dampak banjir rob dengan menyiapkan beberapa langkah darurat, seperti:

  • Distribusi Bantuan: Memberikan bantuan berupa logistik dan kebutuhan pokok kepada warga terdampak.

  • Peninggian Tanggul: Pengerjaan tanggul sementara di beberapa titik rawan untuk mengurangi dampak genangan.

  • Edukasi Warga: Mengadakan sosialisasi kepada masyarakat pesisir tentang langkah-langkah mitigasi banjir rob.

Namun, langkah-langkah ini dianggap belum cukup oleh sebagian warga. Mereka mendesak adanya solusi jangka panjang, seperti pembangunan tanggul permanen atau pengelolaan drainase yang lebih baik. “Kami butuh langkah konkret, bukan hanya penanganan darurat saat banjir terjadi,” kata Rahmat, tokoh masyarakat setempat.

Fenomena Rob dan Perubahan Iklim

Fenomena banjir rob di Pantura Indramayu juga dikaitkan dengan perubahan iklim yang semakin memperparah kenaikan permukaan air laut. Para ahli menyebutkan bahwa frekuensi dan intensitas banjir rob di kawasan pesisir akan terus meningkat jika tidak ada langkah mitigasi yang serius.

Dr. Rina Kusuma, ahli lingkungan dari Universitas Gadjah Mada, menjelaskan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan es di kutub mencair lebih cepat, sehingga volume air laut meningkat. “Kawasan Pantura, termasuk Indramayu, adalah salah satu wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim ini. Perlu ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia internasional untuk menangani masalah ini,” jelasnya.

Apa yang Bisa Dilakukan Warga?

Untuk membantu mengurangi dampak banjir rob, warga pesisir Indramayu disarankan untuk:

  1. Meninggikan Bangunan: Meningkatkan ketinggian lantai rumah agar tidak mudah terendam.

  2. Menanam Mangrove: Menggalakkan penanaman mangrove untuk mengurangi abrasi dan memperkuat garis pantai.

  3. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan: Mengurangi aktivitas yang merusak ekosistem pesisir, seperti penebangan liar dan pembuangan sampah sembarangan.

Perlunya Kolaborasi untuk Mengatasi Banjir Rob

Banjir rob yang melanda pesisir Indramayu merupakan pengingat bahwa fenomena ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga bagian dari tantangan global akibat perubahan iklim. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif.

Bagi para pembaca, mari bersama-sama mendukung upaya pelestarian lingkungan pesisir dan mendorong solusi berkelanjutan. Bagikan artikel ini di media sosial Anda untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penanganan banjir rob di kawasan Pantura Indramayu. Jangan lupa tinggalkan komentar di bawah tentang pengalaman atau pandangan Anda terkait fenomena ini!


Selasa, 21 Mei 2024

Bupati Nina Agustina Tanam Mangrove untuk Mendukung Pelestarian Lingkungan Secara Strategis





Mangrove adalah tanaman yang mampu melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan. Selain itu, mangrove juga memiliki akar yang kokoh, yang dapat meredam gelombang besar yang menghantam pantai.

Pentingnya mangrove sebagai penjaga lingkungan ini telah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Indramayu. Bekerja sama dengan Kodim 0616 Indramayu dan PT. PNM, pemerintah melaksanakan penanaman ribuan pohon mangrove di Pantai Sumbermas, Kecamatan Kandanghaur, pada Jumat (17/5/2024).

Bupati Indramayu, Nina Agustina, menyatakan bahwa penanaman mangrove ini diharapkan dapat melestarikan beberapa lokasi pantai yang mulai terkena dampak abrasi. Mangrove yang tumbuh subur diharapkan dapat berfungsi sebagai perisai atau penahan abrasi, sehingga dapat menyelamatkan daratan yang berada di dekat pantai.

Nina juga menambahkan bahwa dengan panjang garis pantai mencapai 147 kilometer, Kabupaten Indramayu memiliki lahan hutan mangrove yang cukup luas. Dengan potensi ini, kawasan mangrove harus benar-benar dijaga dan dikembangkan.

Selain mampu mengendalikan abrasi dan menyerap karbon, mangrove juga mendukung ekowisata, pariwisata daerah, dan ekonomi masyarakat setempat.

"Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya menyambut baik dan mendukung kegiatan penanaman mangrove ini. Saya menyampaikan terima kasih kepada PT. PNM dan Kodim 0616 Indramayu yang telah menginisiasi kegiatan ini," kata Nina.

Selanjutnya, penanaman mangrove juga perlu dilakukan di kawasan lain di Kabupaten Indramayu, selain di Pantai Panjiwa Desa Ilir Kecamatan Kandanghaur.

Rabu, 03 April 2024

Daftar 34 U Turn di Indramayu yang Tak Ditutup selama Mudik Lebaran 2024

Tempat putar arah kendaraan di Jalur Pantura Indramayu :

1. U-turn Masjid Sukra Wetan

2. U-turn PLTU Sumuradem

3. U-turn Sasakan Jerukan

4. U-turn Pasar Sukahaji Patrol

5. U-turn RSUD MA Sentot Patrol

6. U-turn BMU Sukahaji Patrol

7. U-turn Pasar Cilet Kandanghaur

8. U-turn Pertamina Cilet Kandanghaur

9. U-turn GO Karang Sinom Kandanghaur

10. U-turn Puskesmas Kandanghaur

11. U-turn Parean Ilir Depan TB Farhan Kandanghaur

12. U-turn Masjid Al-Ikhlas Eretan Kandanghaur

13. U-turn Margahayu Kandanghaur

14. U-turn Balai Desa Kertawinangun Kandanghaur

15. U-turn Bekas RM Dian Sari

16. U-turn RM Singgalang

17. U-turn RS Bhayangkara Losarang

18. U-turn BRI Desa Puntang Losarang

19. U-turn PT Sumber Alam Jangga Losarang

20. U-turn Masjid Jumbleng Losarang

21. U-turn RM Alam Raya Losarang

22. U-turn Balai Desa Pangkalan Losarang

23. U-turn Widasari

24. U-turn SPBU Pilangsari

25. U-turn Bunderan Pilangsari

26. U-turn Puskesmas Kertasemaya 

27. U-turn Kliwet

28. U-turn Bunderan Candangpinggan

29. U-turn SPBU Karangampel

30. U-turn Makam Habib Keling

31. U-turn Kampus Hijau Kaplongan

32. U-turn SPBU Krangkeng

33. U-turn Polsek Krangkeng

34. U-turn Kecamatan Krangkeng

Warta Populer